Kembali ke semua peribahasa

触景生情

chù jǐng shēng qíng
17 Maret 2026
Filosofi Hidup

触景生情 (chù jǐng shēng qíng) secara harfiah berartimenyentuh pemandangan menghasilkan perasaandan mengekspresikantergugah oleh pemandangan sesuatu yang familiar”.Peribahasa ini digunakan ketika menggambarkan situasi yang melibatkan filosofi hidup.Berasal dari sastra Tiongkok kuno dan tetap umum digunakan dalam bahasa Mandarin modern.

Juga dicari sebagai: chu jing sheng qing, chu jing sheng qing,触景生情 Makna, 触景生情 in english

Pelafalan: chù jǐng shēng qíng Makna literal: Menyentuh pemandangan menghasilkan perasaan

Asal & Penggunaan

Idiom ini menggambarkan bagaimana menemukan (触) sebuah pemandangan (景) dapat menghasilkan (生) emosi (情). Ini menangkap hubungan yang kuat antara tempat, objek, dan memori emosional. Ungkapan ini muncul dalam teori puisi Dinasti Tang yang menjelaskan bagaimana penyair menarik inspirasi dari lingkungan mereka. Estetika Tiongkok telah lama menghargai responsif terhadap lingkungan ini sebagai hal yang penting bagi sensitivitas artistik. Penggunaan modern menggambarkan perasaan terharu dengan mengunjungi kembali tempat-tempat yang bermakna, menemukan objek-objek nostalgia, atau situasi apa pun di mana rangsangan eksternal membangkitkan perasaan yang mendalam.

Kapan Menggunakan

Situasi: Kembali ke rumah masa kecilnya membangkitkan emosi yang mendalam dalam dirinya.


Temukan peribahasa Tiongkok baru setiap hari dengan aplikasi iOS kami.

Peribahasa Tiongkok Terkait

Peribahasa serupa tentang filosofi hidup

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti 触景生情 dalam bahasa Indonesia?

触景生情 (chù jǐng shēng qíng) secara harfiah berartiMenyentuh pemandangan menghasilkan perasaandan digunakan untuk mengekspresikanTergugah oleh pemandangan sesuatu yang familiar”. Peribahasa Tiongkok ini termasuk dalam kategoriFilosofi Hidup category..

Kapan 触景生情 digunakan?

Situasi: Kembali ke rumah masa kecilnya membangkitkan emosi yang mendalam dalam dirinya.

Apa pinyin untuk 触景生情?

Pelafalan pinyin untuk 触景生情 adalahchù jǐng shēng qíng”.