马不停蹄
马不停蹄 (mǎ bù tíng tí) secara harfiah berarti “kuda tidak berhenti menginjak”dan mengekspresikan “kemajuan yang tak henti-hentinya”.Peribahasa ini digunakan ketika menggambarkan situasi yang melibatkan keberhasilan & ketekunan.
Juga dicari sebagai: ma bu ting ti, ma bu ting ti,马不停蹄 Makna, 马不停蹄 in english
Pelafalan: mǎ bù tíng tí Makna literal: Kuda tidak berhenti menginjak
Asal & Penggunaan
Ungkapan 马不停蹄 (mǎ bù tíng tí) umum digunakan dalam sastra Cina klasik untuk menggambarkan kemajuan yang terus-menerus dan tak kenal lelah tanpa jeda. Frasa ini secara harfiah melukiskan gambaran hidup tentang seekor kuda (马, mǎ) yang tidak berhenti (不停, bù tíng) menginjak (蹄, tí) dari bergerak. Gambaran ini menyampaikan rasa gerakan maju yang tak henti-hentinya, sering digunakan untuk menggambarkan orang atau tim yang bekerja tanpa lelah menuju tujuan. Dalam konteks modern, ini sering diterapkan untuk menggambarkan jadwal yang sibuk atau usaha yang gigih dalam mencapai kesuksesan, menekankan ketekunan dan dedikasi.
Contoh
Inggris: "Dia bekerja tanpa lelah, tidak pernah berhenti dalam pencariannya akan keunggulan."
Cina: 她不知疲倦地工作,马不停蹄地追求卓越
Peribahasa Tiongkok Terkait
Peribahasa serupa tentang keberhasilan & ketekunan
Pelajari lebih lanjut →
Pelajari lebih lanjut →
Pelajari lebih lanjut →
Pelajari lebih lanjut →
Pelajari lebih lanjut →
逆水行舟
nì shuǐ xíng zhōu
Kemajuan Membutuhkan Upaya Konstan
Pelajari lebih lanjut →
负重前行
fù zhòng qián xíng
Kemajuan meskipun kesulitan
Pelajari lebih lanjut →
登堂入室
dēng táng rù shì
Kemajuan dari Dasar ke Advanced
Pelajari lebih lanjut →
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti 马不停蹄 dalam bahasa Indonesia?
马不停蹄 (mǎ bù tíng tí) secara harfiah berarti “Kuda tidak berhenti menginjak”dan digunakan untuk mengekspresikan “Kemajuan yang tak henti-hentinya”. Peribahasa Tiongkok ini termasuk dalam kategoriKeberhasilan & Ketekunan category..
Kapan 马不停蹄 digunakan?
Situasi: Dia bekerja tanpa lelah, tidak pernah berhenti dalam pencariannya akan keunggulan.
Apa pinyin untuk 马不停蹄?
Pelafalan pinyin untuk 马不停蹄 adalah “mǎ bù tíng tí”.